Media cetak merupakan suatu media yang bersifat
statis dan mengutamakan pesan-pedan visual.Media ini terdiri dari lembaran
kertas dengan sejumlah kata, gambar, atau foto dengan tata warna dan halaman
putih. Media cetak merupakan dokumen atas segala dikatakan orang lain dan
rekaman peristiwa yang ditangkap oleh jurnalis dan diubah dalam bentuk
kata-kata, gambar , foto, dan sebagainya.
Dalam pengertian ini, media cetak yang dipakai untuk
memasang iklan adalah surat kabar dan majalah. Dalam media ini dikenal jenis
iklan baris, iklan display, dan iklan advetorial. Iklan baris adalah iklan yang
pertama kali dikenal masyarakat. Umumnya hanya terdiri dari iklan lowongan
pekerjaan; iklan penjualan rumah, mobil bekas, tanah, handphone;
dan penawaran jasa tertentu. Iklan ini ukurannya kecil dan banyak mengandung
singkatan tertentu.
Iklan display
merupakan iklan yang paling dominan pada surat kabar maupun majalah. Ukurannya
sangat bervariasi, biasanya minimal dua kolom, hingga maksimal satu
halaman. Iklan advertorial adalah iklan yang ditulis dengan gaya editorial. Isi
pesan dan gaya penulisannya lebih serius. Dalam modul ini yang menjadi fokus
pembelajaran adalah iklan jenis display dan advertorial.
KARAKTERISTIK
IKLAN MEDIA CETAK
Iklan di media
cetak baik itu yang terdapat dalam surat kabar maupun majalah, memiliki
karakteristik sebagai berikut.
1. tergolong
praktis, cepat, dengan harga terjangkau.
2. daya jangkau dan edar surat kabar dapat sampai pelosok. Perkembangan zaman
telah menciptakan segmentasi, dan mengidentifikasi surat kabar
,majalah menurut karakteritik sosial pendidikan
3. peranan jenis huruf, ukuran, aspek lay out turut menentukan
keberhasilan iklan
4. dapat bertahan, tidak satu kali lalu habis
Anatomi yang
dipakai untuk eksekusi (produksi) iklan media cetak menurut Mardjadikara (2004:
25), sebagai berikut.
1. Headline atau
judul yang tentunya harus ada kaitannya dengan bodycopy
2. Visual,
ilustrasi, gambar atau foto orang model atau apa pun yang berkaitan dengan
konsep kreatif dan atau foto produk itu sendiri
3. Bodycopy atau
teks yang memberikan informasi lebih rinci tentang produk atau jasa yang akan
dijual
4. Produck
shot atau foto produk (yang sekaligus bisa menampilkan nama merk) Produk
shot ini bisa saja merupakan ilustrasi utama.
5. Baseline yang
bisanya terletak paling bawah di layout iklan. Di bagian bawah ini
bisa dimasukkan, slogan, cath phrase, atau nama dan alamat perusahaan pengiklan.
Disebutkan juga
adanya unsur lain dalam anatomi iklan media cetak, yaitu:
1. Kupon,
jika pengiklan menginginkan respon langsung (direct respon) dari sasaran atau
untuk kepentingan survei konsumen.
2. Flash yaitu,
misalnya perkataan Baru, Diskon, Cuci Gudang yang ditulis dengan grafis
tertentu untuk mendapat pehatian khusus konsumen.
Terkadang ada
iklan yang dibuat sengaja tidak lengkap. Misalnya hanya
memuat headline dan tidak jelas mengiklankan produk atau jasa apa
yang ditawarkan. Atau tanpa headline sama sekali, namun iklan ini
menampilkan produk tanpa label atau sebagian saja. Inilah iklan yang biasanya
disebut dengan teaser, yang maksudnya sebagai prakondisi kampanye utama
yang akan dilancarkan. Ide strategi keratif dari iklan ini adalah menciptakan
rasa penasaran orang akan iklan berikutnya.
Daftar Pustaka
https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=2019894413957567013#editor/target=post;postID=8951048443437036225

EmoticonEmoticon