Senin, 01 November 2021
Senin, 28 Juni 2021
Proses Penelitian Komunikasi Metode Kualitatif STC Menurut Henry Yanuar
Awal Pemilihan judul penelitian, saya sebenarnya masih bingung mau memakai metode apa. Salah menggunakan metode bisa jadi bumerang bagi saya sendiri. Deadline yang diberikan dosen terus maju hingga sampai ke hari pengumpulan judul. Pada hari pengumpulan judul pun saya masih belum tahu mau membuat judul maupun metode yang akan digunakan. Saat itu muncul ide yang tidak terpikirkan sama sekali, dimana saya langsung menuliskan judul beserta metode yang akan digunakan. Namun hanya 3 judul dan metode yang hanya saja tuliskan dengan ide yang tidak terpikirkan, yang satunya saya asal buat.
![]() |
| awal mencari referensi judul penelitian |
“Metode ini jarang sekali digunakan di angkatan kami, ada sih cuma gak banyak yang gunakan,” Ungkapnya.
Ada mudah maupun susah metode yang akan saya gunakan ini. Mudahnya saya bisa langsung bertanya dengan kakak tingkat perihal metode ini. Susahnya sedikit yang mengerti dari metode ini. Sebenarnya saya saat menyukai hal seperti ini, apalagi bisa feedback yang saya dapatkan dari hal yang jarang orang ketahui sangatlah banyak. Kemudian hari, tidak tahu mengapa ada saja yang menghambat saya dalam mengerjakan penelitian ini dimulai dari kegiatan internal maupun ekternal. Hari pun terus berlanjut hingga memasuki hari pengumpulan penelitian. Hal yang sama pun terjadi, saya tergesa-gesa dalam mengerjakannya tanpa memperhatikan setiap petunjuk dan makna dalam penelitian tersebut.
Mengerjakan hal tersebut dengan tergesa-gesa sangat melelahkan bagi saya. Perencanaan yang saya buat sebelumnya hancul total akibat perihal ini. Namun dibalik itu semua ada hal yang didapat yaitu proses dari apa yang saja kerjakan. Penelitian kualitatif ini hanya sebagai tolak ukur kita dalam menguji seberapa paham kita dengan penelitian yang kita buat.
![]() |
| kartu perpustakaan guna mencari buku sumber penelitian di perpustakaan |
Dalam pembuatan Call For Paper kita harus benar mencari tahu terlebih dahulu apa saja yang mau kita buat. Dibutuhkannya Inspirasi sangat penting dalam proses pembuatan Call For Paper tersebut. Jika kita memulai mencari inspirasi sebanyak mungkin, kita bisa mengetahui pola atau kata awalan yang mau dibuat terlebih dahulu. Judul juga bisa kita dapatkan jika punya inspirasi yang banyak.
Saya dan teman-teman banyak yang mencari buku yang berkaitan dengan Call For Paper, karena buku penelitian berperan penting dalam proses pembuatan. Kita bisa sedikit mengambil kosakata dari buku penelitian tersebut dengan catatan bukan menyalin yang ada dibuku tersebut. Pemilihan kata yang ada di buku penelitian sangat berpengaruh, salah sedikit saja bisa mengubah makna yang akan kita buat di Call For Paper.
Jurnal dan Daftar pustaka merupakan poin yang harus kita terapkan dalam pembuatan Call For Paper. Sebab dari Jurnal para peneliti, mereka sudah terlebih dahulu menyelesaikan penelitian tersebut. Kita bisa menjadikan itu tolak ukur untuk melihat apakah penelitian yang kita buat itu sudah mendekati kata Benar atau masih butuh perbaikan. Untuk jurnal maupun daftar pustaka yang saya dapatkan sangatlah minim dikarenakan deadline hari pengumpulan yang sudah mendekati.
Dari ketiga sumber tersebut referensi penelitian yang saya dapatkan sangatlah minim tetapi tidak membuat saya putus asa dalam membuat penelitian Call For Paper. Penelitian yang saya buat selesai pada waktu yang ditetapkan. Tinggal menunggu hasil dari apa yang sudah selama ini saya teliti. Hari dimana hasil pengumuman pun datang. Saya yang merasa dari awal akan mendapatkan nilai standar bahkan dibawah standar. Namun ekspetasi tidak seperti realita, nilai saya terbilang cukup baik.
![]() |
| gambar penelitian yang saya teliti |
Mata kuliah ini mengajarkan kita bagaimana cara awal membuat suatu penelitian, apa saja yang harus dipersiapakn, metode apa yang digunakan. Materi yang diberikan oleh Dosen pun sudah cukup bagus, dengan penjelasan yang tepat membuat kita sebagai para peneliti dimudahkan dalam menjalakan penelitian ini.
Mata Kuliah Metode Penelitian Kualitatif kekurangnya menurut pribadi saya yaitu kurangnya penjelasan yang dlakukan dosen secara langsung atau tatap muka. Mungkin dikondisi yang sekarang ini sulit untuk menerapkan kuliah tatap muka di pelajaran ini. Walaupun aplikasi penyedia layanan belajar sudah banyak tersedia, namun masih banyak saja para mahasiswa yang cuma membuka aplikasi belajar itu tanpa memperhatikan penjelasan dari dosen tersebut. Padahal hal yang disampaikan oleh dosen itu sangatlah penting karena di mata kuliah ini merupakan bekal awal kita untuk tahap pembuatan skripsi. Jika kita saja dari awal tidak memahami metode penelitian ini, bagaimana kita mau mengerjakan tugas akhir. Terbilang susah jika tau mau dikerjakan, terbilang mudah jika ada niat dan usaha dari kita sendiri.
Untuk pemahaman dari mata kuliah Metode Penelitan Kualitatif yang dijelaskan oleh dosen sebenarnya cukup mudah untuk dipahami. Namun dikarenakan bahyak hal yang membuat saya melewatkan penjelasan dari dosen tersebut yang membuat saya masih kurang paham dalam mata kuliah ini. Dimulai dari Judul yang akan dibuat. Saya kebanyakan menghabiskan waktu secara sia-sia. Pengerjaan Call For Paper yang minim referensi serta masih mengulang kesalahan yang sama kedua kalinya. Bahkan sikap yang merasa tidak percaya diri terhapa tugas yang telah dikerjakan. Itu semua merupakan rintangan yang harus saya lewati untuk memasuki tahap yang lebih sulit dan akan mengubah sikap menjadi lebih percaya diri terhadapt tugas yang saya buat. Kedepannya saya bakal lebih mempelajari lebih dalam metode penelitian ini, lebih menghargai waktu untuk kegiatan selanjutnya, dan Semoga di mata kuliah yang akan datang saya bersemangat dalam mengerjakan tugas dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sudah saya buat sebelumnya.
Jumat, 23 April 2021
Pengalaman Menjadi Mahasiswa STISIPOL Candradimuka Sejak Semester Awal Sampai Sekarang
![]() |
| Opdik 2018 |
![]() |
| foto bersama panitia |
| Laporan Ketua Pelaksana |
Sabtu, 27 Maret 2021
4 Skripsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka dengan Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif Periode 2015-2020 Keren Menurut Henri Yanuar
Balik lagi di Kosakataabstak. Udah lama nih gak ngebikin artikel. Kali ini aku mau ngebahas tentang analisis dari skripsi para alumni kampus STISIPOL Candradimuka. Langsung saja dibaca!!!
Baca Juga : Pengalaman Saya Membaca Skripsi di Perpustakaan STISIPOL Candradimuka Palembang
Pertama skripsi ini berjudul “STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN LG MOBILE DALAM MEMBANGUN BRAND IMAGE STUDI KASUS DI PT ERAFONE” penulis dari Skripsi ini adalah Nila Vista Gusdal mahasiswa Ilmu Komunikasi. Dosen pembimbing dari Skripsi ini adalah Dr. Hj. Lishapsari Prihatini, M.Si dan Dwi Nurul Prihantono, M.I.Kom. Skripsi ini berjumlah 69 halaman. 2017 merupakan tahun pengesahan skripsi tersebut.
![]() |
| Skripsi Strategi Komunikasi |
ABSTRAK
Nila Vista Gusdal, 2017. Strategi Komunikasi Pemasaran LG Mobile dalam Membangun Brand Image (Studi Kasus di PT Erafone Palembang Square). di bawah bimbingan Dr. Hj. Lishapsari Prihantini, M.Si dan Dwi Nurul Prihantono, M.I.Kom.
Penelitian ini menggunakan teori Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC) menggunakan 5 strategi pemasaran yaitu (1) pemasaran langsung (2) Promosi penjualan (3) Hubungan Masyarakat (4) Penjualan Personal dan (5) Periklanan. Objek penelitian ini adalah PT Erafone Palembang Square. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan kepustakaan.
Dari analisis ini, diperoleh hasil penelitian menunjukkan bahwa pada teori tersebut yang sangat mempengaruhi adalah Penjualan Personal dimana konsep ini dibangun dengan presentasi penjualan yang merupakan bagian dari strategi komunikasi. Keberhasilan penjualan secara personal ditentukan dari bagaimana promotor memfollow up konsumen. Tidak hanya itu pengetahuan tentang latar belakang produk, mode, warna dan kombinasi produk juga perlu dikuasai oleh seorang promotor sehingga dapat memberikan penjelasan mengenai produk secara mendalam kepada pembeli. Tidak hanya mengetahui tentang produk saja, untuk menunjangnya pun perlu fakta-fakta yang bersangkutan dengan produk mereka karena konsumen pasti ingin mengetahui manfaat dari produk yang akan dibelinya, bukan semata-mata karena tampilan fisik produk itu
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian mengenai Strategi Komunikasi Pemasaran 16 Mobile dalam membangun brand image (studi kasus di PT Erafone Palembang Square). Maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1. Pada pemasaran langsung. Pemasaran yang dilakukan secara langsung oleh PT Erafone telah memiliki loyalitas terhadap konsumen dan kepuasan pelanggan menjadi salah satu prioritas yang diberikan Erafone.
2. Pada promosi penjualan, Promosi penjualan dengan memanfaatkan sebuah merek mampu memberikan tambahan nilai pada suatu produk. Sehingga mudah dikenali oleh konsumen dan memberi kesempatan untuk mengembangkan hubungan yang baik dengan konsumen diharapkan dapat meningkatkan market share yang lebih besar dan menghasilkan keuntungan
3. Pada hubungan masyarakat diperoleh bahwa citra dalam pandangan konsumen sangat penting untuk melakukan strategi pemasaran perusahaan. Citra positif yang terbentuk dalam benak konsumen akan menumbuhkan niat beli konsumen sehingga dapat menciptakan konsumen yang loyal akan produk tersebut. Beberapa konsumen kurang mengetahui adanya support sponsorship dari Erafone. Karena sebuah sponsorship berpotensi dalam pembangunan citra yang lebih kuat daripada iklan sehingga perusahaan khususnya Erafone harus menggunakan teknik khusus yang tepat sesuai dengan jenis sponsor yang digunakan. Kama keberhasilan sponsor tergantung pada pilihan teknik yang tepat.
4. Pada penjualan personal, Keberhasilan penjualan secara personal ditentukan dari bagaimana promotor memfollow up konsumen. Tidak hanya itu pengetahuan tentang latar belakang produk, mode, warna dan kombinasi produk juga perlu dikuasai oleh seorang promotor sehingga dapat memberikan penjelasan mengenai produk secara mendalam kepada pembeli.
4. Pada periklanan, Metode penggunaan media seperti koran, website serta dipasangkan POP (poster promo) yang ditaruh didepan toko mampu menarik minat konsumen, pendekatan yang dilakukan menjadi lebih personal dan juga menjadi lebih dekat dengan target market.
Definisi Operasional
Unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya mengukur suatu variable. Suatu defenisi yang diberikan peneliti guna menjelaskan serta mengukur variable dalam sebuah penelitian Definisi operasional yang dilaksanakan pada karakteristik, dapat diamati atau diobservasi dari apa yang didefinisikan atau mengubah konsep yang berupa Ronstruk dengan kata-kata yang menggambarkan perilaku atau gejala yang diamati, serta dapat diuji dan ditentukan kebenarannya oleh orang lain.
Tabel Operasional
|
Variabel |
Dimensi |
Indikator
|
|
Strategi Komunikasi Pemasaran LG Mobile Dalam
Membangun Brand Image (Studi Kasus di PT Erafone Palembang Square)
|
1. Pemasaran Langsung
|
Imbalan
|
|
2. Promosi Penjualan
|
Merek (Brand)
|
|
|
3. Hubungan Masyarakat
|
1. Citra 2. Sponsorship
|
|
|
4. Penjualan Personal
|
Presentasi penjualan
|
|
|
5. Periklanan
|
Media
|
![]() |
| Skripsi Analisis Wacana |
|
Variabel |
Dimensi |
Indikator |
|
(Kontroversi pemberitaan transportasi online vs transportasi
konvensional) |
Ekslusi |
Strategi penghilangan atau disembuyikannya aktor atau kelompok dalam
pemberitaan : Pasivasi, Nominalisasi, Pengganti anak kalimat
|
|
|
Inklusi |
Strategi Pemarjinalan atau pengucilan aktor atau kelompok dalam
pemberitaan Differensiasi-Indefferensiasi Objektivasi-Abstraksi Nominasi-kategorisasi Nominasi-Identifikasi Determinasi-Indeterminas Asimilasi-Individualisasi Asosiasi-Diasosiasi |
Ketiga, skripsi ini berjudul “Analisis Semiotika Representasi Simbol Illuminati Dalam Video Klip G Dragon - Coup D'etat" penulis dari Skripsi
ini adalah Haris Widodo mahasiswa Ilmu Komunikasi. Dosen pembimbing dari
Skripsi ini adalah Budi Santoso, S.Sos, M.Comn, dan Sumarni Bayu Anita, S.Sos,
MA. Skripsi ini berjumlah 68 halaman. 2015 merupakan tahun pengesahan skripsi
tersebut
![]() |
| Skripsi Analisis Semiotika |
ABSTRAK
Haris Widode 2015 Analisis Semiotika Representasi Simbol llluminati Dalam Video
Klip a Dragon - Coup D wat dibawah bimbingan Bapak Budi Santoso, S.Sos, M.Comn
dan Ibu Sumarni Bayu Anita, S.Sos, MA.
Fenomena Illuminati atau pemuja setan sebenarnya sudah ada sejak lama.
Banyak teori konspirasi yang beredar dan menyebutkan bahwa kelompok atau
organisasi rahasia ini berperan besar terhadap apa yang terjadi di dunia ini
mengontrol dan memanipulasi adalah salah satu tujuan dari kelompok illuminati,
salah satu medianya adalah video klip.
Dewasa ini Indonesia sedang hangat hanyatnya virus hallyu atau korean wave,
Dalam hal ini ialah howhand Korea. Salah satu penyanyi yang terkenal saat ini yaitu
G Dragon. G Dragon yang merupakan leader dari group boyband Big Bang haru-baru
ini meluncurkan album solonya yaitu Coup D'etat. Terkait dengan Illuminati,
video klip G Dragon ini terselip simbol Illuminati seperti: all seeing ere
hoochinked grand hailing sign of distress, dan lain sebagainya. Metode penelitian
yang digunakan adalah kualitatif berdasarkan model semiotik Roland Barthes
berupa sistem yang dibagi menjadi denotasi, konotasi, dan mitos, Tentang bagaimana
kemanusiaan (humanin) memaknai hal-hal (Thing).
Data dikumpulkan dengan mengamati adegan-adegan dalam rekaman video Coup D'etar
dan mengambil adegan-adegan yang dianggap mampu membuktikan simbol Illuminati
dalam video klip tersebut. Unsur-unsur dari video klip coup D'etatdimaknai oleh
peneliti dan mendapatkan kesimpulan bahwa simbol-simbol yang ditanamkan dalam
video klip Coup D'etat dari miliknya G Dragon merepresentasikan simbol
Illuminati.
Hal ini merupakan pertanda yang jelas bahwa tujuan dari kaum Illuminati
ialah membentuk tatanan dunia baru (the new world order) dengan menggunakan ideologinya
sebagai alat menentang kehendak tuhan dan memperbudak manusia.
Kesimpulan
Video Klip G Dragon yang berjudul coup d’etat merupakan vieo klip
bertemakan tentang politik. Yang memiliki pesan moral tentang semua hal baik
dan buruk perpolitikan di dunia saat ini. Hal ini lah yang membuat video klip
ini juga menarik untuk ditonton. Selain pesan moral tentang politknya yang
menarik ialah art director dan akting dari G Dragon yang membuat pesan
politiknya tersampaikan. Sehingga setiap orang yang menonton video klip ini
pasti akan terpukau.
Ternyata selain tentang politik dalam video klip tersebut. Video klip G
Dragon yang berjudul Coup d’etat juga menampilkan tanda yang merumuskan ajaran
Iluminati. Berdasarkan hasil penelitian dan perumusan masalah. Peneliti dapat
menyimpulkan bahwa dalam 12 tampilan gambar dalam video klip tersebut
mempresentasikan simbol Iluminati yang ditanamkan melalui beberapa scene yaitu: all seeing eye yang memaknai sebagai
simbol mata Lucifer, Baphoment (setan) yang merupakan dewa bagi kaum Iluminati,
grand Hailing sign of Distress sebagai kode meminta pertolongan. Burung elang
yang melambangkan dewa matahari dan keagungan spiritual. Dan matahari sebagai
dewa setanik.
Definisi Konsepsional dan
Operasional
Abstraksi mengenai fenomena yang merumuskan atas generalisasi dari sejumlah
karakteristik kejadian dalam keadaan kelompok atau individu tertentu. Definisi
konsepsional dalam penelitian ini yaitu:
1.Representasi berasal dari bahasa Inggris, representation, yang berarti
gambaran atau penggambaran. Secara sederhana representasi dapat diartikan
sebagai gambaran melalui media.
2.Simbol secara etimologis adalah suatu gagasan tentang objek dimana
gagasan tersebut mewakili suatu gagasan. Simbol dapat berupa gambar, bentuk,
atau benda yang mewakili suatu gagasan.
3.Video klip ialah potongan gambar dan suara yang dihubungkan ke dalam sajian. Dengan
menggunakan teori semiologi Roland Barthes yaitu penanda, pertanda dan mitos.
Sebagai landasan dasar yang dibutuhkan untuk membuktikan maksud simbol
Illuminati yang terdapat dalam video klip G
Dragon - Comp D'etar. Sedangkan, definisi operasionalnya ialah proses
produksi dalam pembuatan video klip:
a. Bahasa Ritme (Irama)
Video klip memiliki irama, apakah slow beat, fast beat, middle beat yang
dapat dirasakan dengan ketukan-ketukan kaki untuk memperoleh tempo yang pas.
b. Bahasa Musikalisasi (Instrumen Musik)
Pembuat video klip atau biasa disebut video clipper haruslah mempunyai
sebuah wawasan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan musik baik itu
jenis musik, alat musik, bahkan juga profil band.
c. Bahasa Nada
Aransemen nada dalam video klip perlu didiskusikan dengan penata musiknya
selanjutnya nada-nada dirasakan dengan hati.
d. Bahasa Lirik
Jumat, 26 Maret 2021
Pengalaman Saya Membaca Skripsi di Perpustakaan STISIPOL Candradimuka Palembang
Hallo para blogger, kembali lagi di blogku. Disini aku bakal menceritakan apa saja yang aku dapat selama membaca skripsi di kemarin. Yuk simak!!!
![]() |
| melihat buku skripsi |
Awalnya sih agak malas juga disuruh buat baca buku apalagi baca skripsi
orang, Skripsi aku aja gak tau gimana.
Masuk ke perpustakaan aja rasanya berat banget, tapi tetap sih aku lakukan.
Menurut pendapatku kemarin perpustakaan itu sepi, gak tahu nya ramai juga
pengunjungnya. Mungkin karena ada tugas dari Dosen aja makanya ramai :v
![]() |
| foto perpus sebelum diambil |
Masuk ke perpustakaan tesebut aku belum mencari skripsi para alumni,
sedangkan teman-temanku sudah disibuk sendiri. Aku juga bingung apa yang mau
cari. Setelah itu aku baru ingat “kan ada
penjelasan apa saja yang diberikan dosen tersebut” baru lah aku mencari
skripsi yang sesuai dengan penjelasan tadi. Aku di hari pertama keperpustakaan
awalnya mau langsung buat tugas tersebut, akan tetapi mengingat waktu yang
sudah siang aku pun memutuskan untuk memfoto saja bagian-bagian penting di
skripsi tersebut dan mengerjakan dirumah saja. Waktu mau keluar dari
perpustakaan aku ke ingat bahwa disuruh juga berfoto dengan kartu perpustakaan.
Mengingat itu aku pun langsung membuat kartu perpustakaaan. Udah hampir selesai
gak tahu nya disuruh pake foto. Yah mau gak mau besok ngambil kartu
perpustakaannya. Sebelum keluar dari ruangan temenku ini ada aja, “hen besok
ambilkan kartu perpustakaan aku yah,” ucap teman henri. Ysdh aku pun mau mengambilkannya besok.



















