Marketing publik relations
didefinisikan sebagai sebuah proses perencanaan,eksekusi,dan evaluasi program
program yang mendorong atau mengajukan pembelian dan kepuasan konsumen melalui
komunikasi yang kredibel dalam menyampaikan informasi dan menciptakan impresi
yang mengidentifikasi perusahaan dan produknya dengan
kebutuhan,keinginan,perhatian,dan kepentingan konsumen
Tujuan Marketing Publik Relations
1. Memposisikan
perusahaan sebagai Leader dan ahli di bidangnya
2. Membangun kepercayaan konsumen
3. Introduksi Produk baru
4. Menghidupkan kembali dan repositioning produk yang sudah mentas
5. Mengkomunikasikan benefit baru dari produk lama
6. Mempromosikan penggunaan baru bagi produk lama
7. Melibatkan orang dengan produk
Peran
Marketing Public Relations
Peranan Marketing Public Relations dalam upaya mencapai tujuan utama organisasi menurut Rosady Ruslan :
1. Menumbuhkembangkan kesadaran konsumennya terhadap produk yang tengah diluncurkan itu.
2. Membangun kepercayaan konsumen terhadap citra perusahaan atau manfaat (benefit) atas produk yang ditawarkan / digunakan
3. Mendorong antusiasme (sales force) melalui suatu artikel sponsor (advertorial) tentang kegunaan dan manfaat suatu produk.
4. Menekan biaya promosi iklan komersial, baik di media elektronik maupun media cetak dan sebagainya demi tercapainya efisiensi biaya.
5. Komitmen untuk meningkatkan pelayanan-pelayanan kepada konsumen, termasuk upaya mengatasi keluhan-keluhan (complain handling) dan lain sebagainya demi tercapainya kepuasan pihak pelanggannya.
6. Membantu mengkampanyekan peluncuran produk-produk baru dan sekaligus merencanakan perubahan posisi produk yang lama..
Peranan Marketing Public Relations dalam upaya mencapai tujuan utama organisasi menurut Rosady Ruslan :
1. Menumbuhkembangkan kesadaran konsumennya terhadap produk yang tengah diluncurkan itu.
2. Membangun kepercayaan konsumen terhadap citra perusahaan atau manfaat (benefit) atas produk yang ditawarkan / digunakan
3. Mendorong antusiasme (sales force) melalui suatu artikel sponsor (advertorial) tentang kegunaan dan manfaat suatu produk.
4. Menekan biaya promosi iklan komersial, baik di media elektronik maupun media cetak dan sebagainya demi tercapainya efisiensi biaya.
5. Komitmen untuk meningkatkan pelayanan-pelayanan kepada konsumen, termasuk upaya mengatasi keluhan-keluhan (complain handling) dan lain sebagainya demi tercapainya kepuasan pihak pelanggannya.
6. Membantu mengkampanyekan peluncuran produk-produk baru dan sekaligus merencanakan perubahan posisi produk yang lama..
Pengertian Mice
Mice diartikan sebagai
wisata konvensi, dengan batasan : usaha jasa konvensi, perjalanan insentif, dan
pameran merupakan usaha dengan kegiatan memberi jasa pelayanan
bagi suatu pertemuan sekelompok orang (negarawan, usahawan, cendikiawan dsb)
untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama.
Sedangkan
menurut Kesrul (2004:3), Mice sebagai suatu kegiatan kepariwisataan yang
aktifitasnya merupakan perpaduan antara leisure dan business, biasanya
melibatkan sekelompok orang secara bersama-sama, rangkaian kegiatannya dalam
bentuk meetings, incentive
travels, conventions, congresses, conference dan exhibition.
1. Meeting
Meeting adalah istilah bahasa inggris yang
berarti rapat, pertemuan atau persidangan. Meeting merupakan suatu kegiatan
yang termasuk di dalam MICE.
Menurut Kesrul (2004:8), Meeting Suatu pertemuan
atau persidangan yang diselenggarakan oleh kelompok orang yang tergabung dalam
asosiasi, perkumpulan atau perserikatan dengan tujuan mengembangkan
profesionalisme, peningkatan sumber daya manusia, menggalang kerja sama anggota
dan pengurus, menyebarluaskan informasi terbaru, publikasi, hubungan
kemasyarakatan.
2. Incentive
Undang-undang No.9 tahun 1990 yang dikutip oleh
Pendit (1999:27), Menjelaskan bahwa perjalanan insentive merupakan suatu
kegiatan perjalanan yang diselenggarakan oleh suatu perusahaan untuk para
karyawan dan mitra usaha sebagai imbalan penghargaan atas prestasi mereka dalam
kaitan penyelenggaraan konvensi yang membahas perkembangan kegiatan perusahaan
yang bersangkutan.
Menurut Kesrul (2004:18), bahwa insentive
merupakan hadiah atau penghargaan yang diberikan oleh suatu perusahaan kepada
karyawan, klien, atau konsumen. Bentuknya bisa berupa uang, paket wisata atau
barang.
Menurut Any Noor (2007:5) yang dikutip dari SITE
1998 dalam Rogers 2003, juga memberikan definisi mengenai incentive adalah
incentive travel is a global management tool that uses an exceptional travel
experience to motivate and/or recognize participants for increased levels of
performance in support of the organizational goals.
3. Conference
Menurut (Pendit,1999:29), Istilah conference
diterjemahkan dengan konferensi dalam bahasa Indonesia yang mengandung
pengertian sama.
Dalam prakteknya, arti meeting sama saja dengan
conference, maka secara teknis akronim mice sesungguhnya adalah istilah yang
memudahkan orang mengingatnya bahwa kegiatan-kegiatan yang dimaksud sebagai
perencanaan, pelaksanaan dan penyelenggaraan sebuah meeting, incentive,
conference dan exhibition hakekatnya merupakan sarana yang sekaligus adalah
produk paket-paket wisata yang siap dipasarkan. Kegiatan-kegiatan ini dalam
industri pariwisata dikelompokkan dalam sati kategori, yaitu mice.
4. Exhibition
Exhibition berarti pameran, dalam kaitannya
dengan industri pariwisata, pameran termasuk dalam bisnis wisata konvensi. Hal
ini diatur dalam Surat Keputusan Menparpostel RI Nomor KM. 108 / HM. 703 /
MPPT-91, Bab I, Pasal 1c, yang dikutip oleh Pendit (1999:34) yang berbunyi “
Pameran merupakan suatu kegiatan untuk menyebar luaskan informasi dan promosi
yang ada hubungannya dengan penyelenggaraan konvensi atau yang ada kaitannya
Daftar
Pustaka
https://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/mice-meeting-incentive-converence.html

EmoticonEmoticon